Suara dan harapan
Suatu hari aku melihat sebuah akad yang begitu indah, sederhana, namun sangat haru
Terkadang bukan cinta yang tidak datang, tapi waktunya yang belum berani menghampiri
Sebab ada hati yang masih sibuk belajar tenang setelah berkali kali tenggelam
Dan Ia terlalu lembut untuk membiarkan hati karam lagi di laut yang sama
Mungkin kau merasa sendiri, padahal yang menunggumu bukan manusia
Tapi takdir yang masih menulis jalannya di langit
Dan bisa jadi, tulisan itu belum selesai, belum sampai pada baris yang menyebut namamu di samping nama seseorang
Tuhan tidak lupa, Ia hanya sedang menata pertemuanmu seperti senja
Terlambat bagi mata yang terburu buru namun selalu tepat bagi hati yang sabar menunggu cahaya terakhir sebelum malam menghampiri
Yang aku baru sadari bahwa bentuk cinta itu tidak selalu datang dalam bentuk tangan yang menggenggammu
Kadang ia datang dalam bentuk kekuatan untuk bangun sendiri setiap pagi
Meski tidak ada siapapun yang menunggu di meja makan
Mungkin Ia belum mengirim seseorang karena ia masih ingin kita belajar mencintai diri sendiri layaknya Ia mencintai kita
Tanpa syarat
Tanpa pamrih
Tanpa perlu diakui
Sebab bagaimana Ia mau menemui kita dengan seseorang sedang kita sendiri belum tahu caranya mencintai diri sendiri ?
Dan lagi yang membuka mata ku lebar lebar adalah mungkin saja Ia sengaja membuat diri menyaksikan cinta orang lain bukan untuk menyakiti diri ini
Tapi agar kita tahu bagaimana cinta seharusnya diterima bukan dikejar
Mungkin, di setiap akad yang kita lihat, disetiap tawa dan pelukan yang kita irikan
Ia berbisik dengan pelan " lihatlah Aku, aku juga mampu menyiapkan yang seindah itu untukmu, tapi bukan hari ini. Tunggulah itu di waktu yang tepat"
Membayangi perkataan itu sembari aku terharu dan tersenyum
Manusia sering mengira cinta sekedar pertemuan antara dua orang
Padahal cinta sejati adalah pertemuan antara dua hati yang mengerti waktunya
Ada cinta yang tiba saat kita masih mencari arah, dan pergi sebelum sempat kau pahami maknanya
Namun, ada juga cinta yang datang perlahan mengetuk pintumu tanpa suara dan ketika kita buka, ternyata dirinya sudah berdoa untukmu sejak lama
Dan pada akhirnya cinta itu memang tidak datang untuk semua orang di waktu yang sama
Ada yang menemukan cinta di pelaminan nan indah
Ada yang menemukannya di antara doa dan kesendirian
Terkadang bukan cinta yang tidak datang, tapi waktunya yang belum berani menghampiri
Sebab ada hati yang masih sibuk belajar tenang setelah berkali kali tenggelam
Dan Ia terlalu lembut untuk membiarkan hati karam lagi di laut yang sama
Mungkin kau merasa sendiri, padahal yang menunggumu bukan manusia
Tapi takdir yang masih menulis jalannya di langit
Dan bisa jadi, tulisan itu belum selesai, belum sampai pada baris yang menyebut namamu di samping nama seseorang
Tuhan tidak lupa, Ia hanya sedang menata pertemuanmu seperti senja
Terlambat bagi mata yang terburu buru namun selalu tepat bagi hati yang sabar menunggu cahaya terakhir sebelum malam menghampiri
Yang aku baru sadari bahwa bentuk cinta itu tidak selalu datang dalam bentuk tangan yang menggenggammu
Kadang ia datang dalam bentuk kekuatan untuk bangun sendiri setiap pagi
Meski tidak ada siapapun yang menunggu di meja makan
Mungkin Ia belum mengirim seseorang karena ia masih ingin kita belajar mencintai diri sendiri layaknya Ia mencintai kita
Tanpa syarat
Tanpa pamrih
Tanpa perlu diakui
Sebab bagaimana Ia mau menemui kita dengan seseorang sedang kita sendiri belum tahu caranya mencintai diri sendiri ?
Dan lagi yang membuka mata ku lebar lebar adalah mungkin saja Ia sengaja membuat diri menyaksikan cinta orang lain bukan untuk menyakiti diri ini
Tapi agar kita tahu bagaimana cinta seharusnya diterima bukan dikejar
Mungkin, di setiap akad yang kita lihat, disetiap tawa dan pelukan yang kita irikan
Ia berbisik dengan pelan " lihatlah Aku, aku juga mampu menyiapkan yang seindah itu untukmu, tapi bukan hari ini. Tunggulah itu di waktu yang tepat"
Membayangi perkataan itu sembari aku terharu dan tersenyum
Manusia sering mengira cinta sekedar pertemuan antara dua orang
Padahal cinta sejati adalah pertemuan antara dua hati yang mengerti waktunya
Ada cinta yang tiba saat kita masih mencari arah, dan pergi sebelum sempat kau pahami maknanya
Namun, ada juga cinta yang datang perlahan mengetuk pintumu tanpa suara dan ketika kita buka, ternyata dirinya sudah berdoa untukmu sejak lama
Dan pada akhirnya cinta itu memang tidak datang untuk semua orang di waktu yang sama
Ada yang menemukan cinta di pelaminan nan indah
Ada yang menemukannya di antara doa dan kesendirian
Komentar
Posting Komentar