Ratap
Ini sudah berjalan cukup lama
Namun masih saja ada dirimu disana
Padahal malam-malamku sudah dibiasakan tak mendengar suara kantukmu
Dan pagiku sudah terbiasa dengan tidak adanya suara serak itu
Tapi kau malah berganti menjadi pemeran utama di bunga tidur disepanjang tidurku
Seperti pertemuan antara dua manusia yang tak terjamah
Bercanda dan berbicara seolah sedang tak terjadi perpisahan
Mengapa selalu ada kau di alam yang berbeda
Hadirmu hanya sebatas bunga tidur yang menemani hingga fajar tiba
Namun di dunia nyata kau menghilang lagi
Aku paham, aku tak memiliki hak atasmu
Walau aku hanya meminta sekadar memberi kabar
Untuk memutuskan pergi pun entah mengapa begitu sulit
Padahal akan lebih menyakitkan jika kau yang berkehendak untuk pergi terlebih dahulu
Menetap pun aku bagai seorang kekasih yang menunggu pujaannya yang telah mati
Ia tidak mungkin kembali
Benar, sangat menyedihkan bukan?
Kita sama-sama menyedihkan
Tapi, aku berada posisi yang ditinggalkan
Hal ini lebih mendalam
Sehari saja kau jadi aku
Dan aku akan merasakan benarkah ini kepura-puraan
Atau bahwa sebenarnya kau telah benar-benar tak disini lagi
Lagi-lagi
Tanpa kabar
Tanpa kepastian
Doa-doa dan harapan yang selalu kau ucapkan
Hanya pemanis
Seperti pelangi yang muncul membawa kesan lalu pergi tanpa pesan
Ucapan-ucapan bijak yang kau lantunkan
Tapi tak pernah ada tindakan disana
Apa aku bisa menyebutmu pecundang?
Kau terus saja berlari
Padahal sudah kubilang, berhenti dan jangan kemana-mana
Aku tak benar-benar menyalahkanmu
Tapi pergi dengan seribu pertanyaan, kau sungguh berhasil meruntuhkanku
Hanya sebuah kabar
Apa itu sulit?
Jika ingin menemukan yang lebih baik
Mengapa melakukan kesalahan itu
Bisa sehari saja menjadi aku?
Pangeranku menjadikanku seolah putri dihatinya
Tapi ternyata dia pergi berkelana entah kemana
Aku tau, yang kutuliskan seolah hanya amarah dan amarah
Tidak ada yang bisa kulakukan selain ini
Memendam makian-makian untuk diri sendiri
Menimbun jutaan rindu
Mencoba keluar dari semak-semak belukar
Mencoba tertawa dengan banyak topeng
Aku ingin kita diberi kesempatam untuk bicara
Aku ingin kali ini benar-benar menjadi aku
Bukan yang biasa aku lakukan dengan kepura-puraan
Bukan menjadi seseorang yang sedang patah
Kau mau mendengarnya?
Mendengar ucapan terakhir, ah tapi tak bisa kupastikan
Ucapan ini akan terus berulang, kurasa
Walau yang kuucapkan kepadamu sangat jarang
Tapi jangan kau tanyakan ucapan ini didalam sana
Aku ingin mendengar kalimat tentangku untuk yang terakhir
Biarlah kematian sendiri yang akan menghampiri
Entah terpisah karena mati atau takdir lain
Aku hanya ingin mengatakan suatu hal
Sungguh
Beritakan hadirmu, munculah
Walau setelah itu kau menghilang lagi
Namun masih saja ada dirimu disana
Padahal malam-malamku sudah dibiasakan tak mendengar suara kantukmu
Dan pagiku sudah terbiasa dengan tidak adanya suara serak itu
Tapi kau malah berganti menjadi pemeran utama di bunga tidur disepanjang tidurku
Seperti pertemuan antara dua manusia yang tak terjamah
Bercanda dan berbicara seolah sedang tak terjadi perpisahan
Mengapa selalu ada kau di alam yang berbeda
Hadirmu hanya sebatas bunga tidur yang menemani hingga fajar tiba
Namun di dunia nyata kau menghilang lagi
Aku paham, aku tak memiliki hak atasmu
Walau aku hanya meminta sekadar memberi kabar
Untuk memutuskan pergi pun entah mengapa begitu sulit
Padahal akan lebih menyakitkan jika kau yang berkehendak untuk pergi terlebih dahulu
Menetap pun aku bagai seorang kekasih yang menunggu pujaannya yang telah mati
Ia tidak mungkin kembali
Benar, sangat menyedihkan bukan?
Kita sama-sama menyedihkan
Tapi, aku berada posisi yang ditinggalkan
Hal ini lebih mendalam
Sehari saja kau jadi aku
Dan aku akan merasakan benarkah ini kepura-puraan
Atau bahwa sebenarnya kau telah benar-benar tak disini lagi
Lagi-lagi
Tanpa kabar
Tanpa kepastian
Doa-doa dan harapan yang selalu kau ucapkan
Hanya pemanis
Seperti pelangi yang muncul membawa kesan lalu pergi tanpa pesan
Ucapan-ucapan bijak yang kau lantunkan
Tapi tak pernah ada tindakan disana
Apa aku bisa menyebutmu pecundang?
Kau terus saja berlari
Padahal sudah kubilang, berhenti dan jangan kemana-mana
Aku tak benar-benar menyalahkanmu
Tapi pergi dengan seribu pertanyaan, kau sungguh berhasil meruntuhkanku
Hanya sebuah kabar
Apa itu sulit?
Jika ingin menemukan yang lebih baik
Mengapa melakukan kesalahan itu
Bisa sehari saja menjadi aku?
Pangeranku menjadikanku seolah putri dihatinya
Tapi ternyata dia pergi berkelana entah kemana
Aku tau, yang kutuliskan seolah hanya amarah dan amarah
Tidak ada yang bisa kulakukan selain ini
Memendam makian-makian untuk diri sendiri
Menimbun jutaan rindu
Mencoba keluar dari semak-semak belukar
Mencoba tertawa dengan banyak topeng
Aku ingin kita diberi kesempatam untuk bicara
Aku ingin kali ini benar-benar menjadi aku
Bukan yang biasa aku lakukan dengan kepura-puraan
Bukan menjadi seseorang yang sedang patah
Kau mau mendengarnya?
Mendengar ucapan terakhir, ah tapi tak bisa kupastikan
Ucapan ini akan terus berulang, kurasa
Walau yang kuucapkan kepadamu sangat jarang
Tapi jangan kau tanyakan ucapan ini didalam sana
Aku ingin mendengar kalimat tentangku untuk yang terakhir
Biarlah kematian sendiri yang akan menghampiri
Entah terpisah karena mati atau takdir lain
Aku hanya ingin mengatakan suatu hal
Sungguh
Beritakan hadirmu, munculah
Walau setelah itu kau menghilang lagi
Komentar
Posting Komentar