Rumpang
Berkali kali kita pergi
Berharap semua luka akan berakhir
Berharap semua dapat beralih pulih
Namun semesta sepertinya tidak menyambut hal ini untuk pemikiran yang sama
Berkali kali kita mencoba untuk tidak perduli
Tapi tetap berakhir dengan bertanya kabar
Benar benar seperti bola
Mencoba menjauh malah kembali
Dilempar lagi malah balik arah
Jalan yang tak biasa kita lewati pun sudah di coba
Tapi lagi lagi berakhir dengan luka yang sama
Jika seperti ini, bahkan untuk mengucap perpisahan pun percuma
Ujung ujungnya resah datang
Membawa khawatir untukmu
Lalu, kau menyuruh ku untuk diam saja?
Sedang kau asik berkelana?
Kenyataan macam apa ini
Kala diri bersombong untuk berkata mampu bahagia atas semuanya
Dan hati berbisik,ada kebohongan di balik kalimat perih itu
Jika ada kalimat yang lebih lembut, dari kalimat selamat tinggal
Detik ini tanpa menunda akan aku ucapkan kalimat itu
Tapi lagi dan lagi, mulut memang berbicara namun hati tetap saja enggan melakukan
Berserakan
Berantakan
Berhamburan
Untuk terakhir aku mengucapkan kata itu perpisahan itu, adanya aku malah menyesal
Sepertinya aku tak pandai berkata
Setidaknya, apa yang akan terjadi pada kita
Bukanlah penyesalan atas ucapanku
Lebih baik aku kecewa atas keputusan mu, dari pada kecewa atas keputusan ku sendiri
Karena setelahnya aku lebih bisa menentukan jalan ku, tanpa ada hak mu disana
Berharap semua luka akan berakhir
Berharap semua dapat beralih pulih
Namun semesta sepertinya tidak menyambut hal ini untuk pemikiran yang sama
Berkali kali kita mencoba untuk tidak perduli
Tapi tetap berakhir dengan bertanya kabar
Benar benar seperti bola
Mencoba menjauh malah kembali
Dilempar lagi malah balik arah
Jalan yang tak biasa kita lewati pun sudah di coba
Tapi lagi lagi berakhir dengan luka yang sama
Jika seperti ini, bahkan untuk mengucap perpisahan pun percuma
Ujung ujungnya resah datang
Membawa khawatir untukmu
Lalu, kau menyuruh ku untuk diam saja?
Sedang kau asik berkelana?
Kenyataan macam apa ini
Kala diri bersombong untuk berkata mampu bahagia atas semuanya
Dan hati berbisik,ada kebohongan di balik kalimat perih itu
Jika ada kalimat yang lebih lembut, dari kalimat selamat tinggal
Detik ini tanpa menunda akan aku ucapkan kalimat itu
Tapi lagi dan lagi, mulut memang berbicara namun hati tetap saja enggan melakukan
Berserakan
Berantakan
Berhamburan
Untuk terakhir aku mengucapkan kata itu perpisahan itu, adanya aku malah menyesal
Sepertinya aku tak pandai berkata
Setidaknya, apa yang akan terjadi pada kita
Bukanlah penyesalan atas ucapanku
Lebih baik aku kecewa atas keputusan mu, dari pada kecewa atas keputusan ku sendiri
Karena setelahnya aku lebih bisa menentukan jalan ku, tanpa ada hak mu disana
Komentar
Posting Komentar