Kau dan Badaimu
Jujur saja, aku atau pun kau pasti pernah memanipulasi keadaan
Hanya agar kau ataupun aku baik baik saja
Hanya agar kau ataupun aku baik baik saja
Aku pun melakukannya agar kau senantiasa tak tergeserkan oleh badai-badai yang terus saja tak mau tenang
Lalu setelah badai itu tenang, aku terhempas angin yang datang nya tiba tiba tanpa kuduga
Kau hanya diam, seolah tak melihat aku yang terombang ambing dalam lingkaran angin itu
Perlahan angin mulai tenang, dan kau hanya bertanya padaku apa aku baik baik saja
Aku diam sejenak, menarik nafas
"mata kamu sudah di tutupi apa dan hatimu sudah sebeku apa, sampai kau tak melihat aku yang sudah separah ini"
Haruskah badai itu menyerang kita lagi untuk menyadarkan mu betapa tamengmu ini juga manusia yang sewaktu-waktu dapat menjadi lemah jika terus disuguhi dengan badai-badai itu
Kau mencari obat untukku, berlari kesana kemari sampai kau katakan padaku kau tak temukan obat itu
Kau ingin tau?
Obat yang kau cari ada di dekat mu, lebih dekat dari jarak antara kau dan aku
Kau ingin tau obat itu ada dimana?
Kau, ya
Kaulah obatnya
Tapi, aku tak akan memintamu mengobati ku,
Cukup.
Cukup.
Dengan bekas luka badai ini, aku katakan usai untuk kita
Komentar
Posting Komentar